Rasa Group Optimistis Tumbuh Double Digit, House of Rasa Jadi Motor Ekspansi

Rasa Group Optimistis Tumbuh Double Digit, House of Rasa Jadi Motor Ekspansi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rasa Group optimistis mampu membukukan pertumbuhan bisnis dua digit pada 2026.

Keyakinan tersebut ditopang peluncuran House of Rasa di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta, yang diproyeksikan menjadi pusat inovasi sekaligus kolaborasi bagi pelaku industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B).


CEO Rasa Group Sherley Ruslie mengatakan, House of Rasa tidak hanya berfungsi sebagai kantor pusat perusahaan, tetapi juga menjadi Innovation & Collaboration Hub yang mempertemukan pemilik merek, pemasok, komunitas, hingga asosiasi di industri F&B.

"Tujuan kami adalah membentuk ekosistem dan memberikan rumah bagi seluruh pemangku kepentingan industri F&B Indonesia," ujar Sherley usai peresmian House of Rasa di PIK 2, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, House of Rasa dilengkapi berbagai fasilitas, seperti Mixology Innovation Lab, Culinary Innovation Lab, Coffee Experience Center, Training Center, hingga Networking Venue.

Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk mendorong lahirnya inovasi produk sekaligus membuka peluang kolaborasi bisnis baru.

Konsep ini juga menjadi bagian dari transformasi Rasa Group dari perusahaan penyedia bahan baku menjadi penggerak ekosistem industri F&B.

Sherley menambahkan, konsep House of Rasa tidak akan berhenti di Jakarta. Perusahaan berencana membangun fasilitas serupa di sejumlah kota besar di Indonesia sebagai cetak biru (blueprint) pengembangan ekosistem industri F&B nasional.

Di saat yang sama, Rasa Group juga terus memperluas pasar internasional. Saat ini perusahaan telah menjalin kemitraan di Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

Setelah House of Rasa resmi beroperasi, perusahaan mulai membidik ekspansi ke pasar Timur Tengah, Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan, hingga Jepang.

Menurut Sherley, strategi ekspansi tersebut tidak hanya berfokus pada ekspor komoditas, tetapi juga membawa merek-merek lokal Indonesia agar mampu bersaing di pasar global. "Tahun ini kami optimistis tumbuh double digit," katanya.

Meski demikian, Rasa Group masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kenaikan harga bahan baku seperti gula dan kakao, meningkatnya biaya logistik, serta sejumlah kebijakan pemerintah yang memengaruhi harga bahan baku. Untuk menjaga profitabilitas, perusahaan memilih memperluas pasar dan meningkatkan volume penjualan dibandingkan menaikkan harga jual produk. 


Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

Anda harus Masuk terlebih dahulu untuk memberikan komentar.
Chat Kami